“Selamat tahun baru”, itulah kata yang sudah lazim terdengar ditelinga kita ketika kita memasuki penghujung tahun, baik tahun baru Hijriyah ataupun tahun baru masehi. Lalu, apakah mereka yang mengucapkan selamat tahun baru itu mengerti arti tahun baru itu sendiri? Apakah mereka sudah memaknai tahun baru dengan baik dan benar?
Tanpa dipungkiri, perayaan tahun baru masehi di Indonesia tergolong perayaan yang meriah, karena diwarnai dengan banyak acara yang hebat, acara yang mengundang jutaan manusia untuk merayakanya dengan pesta pora, baik itu konser, ataupun yang lainya. Tetapi sangat jarang kita melihat tahun baru dirayakan dengan bakri sosial, ataupun hal yang semacamnya, walaupun ada sekelompok orang yang sudah merayakan tahun baru dengan baik.
Tahun baru akan terasa sangat indah jika kita memaknainya dengan makna yang sebenar-benarnya, bukan dengan makna yang keliru yang menghasilkan suatu interpretasi yang salah. Makna tahun baru itu adalah tahun dimana kita menginjak sesuatu yang baru, tahun dimana kita menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya, tahun dimana kita merasa bahwa di tahun ini, saya harus memiliki visi yang lebih baik disbanding tahun tahun sebelumnya.
Paradigma yang sudah terjadi di masyarakat adalah paradigma yang keliru, yang menyatakan bahwa tahun baru adalah suatu hari dimana kita harus merayakanya dengan pesta pora, kita menyalakan kembang api yang harganya sangat mahal, kita meniup terompet dengan tingkat kebisingan yang tinggi, kita rayakan dengan menenggak tuak, dengan berzina, ataupun dengan kehedonan yang lainya. Sehingga, dampak adanya tahun baru adalah dampak negated yang masih menjadi bahan pemikiran pemerintah, pemerintah harus menyediakan polisi yang banyak untuk mengamankan tahun baru, pemerintah harus menyiapkan aparat untuk mencegah terjadinya keributan, sungguh hal yang menyusahkan.
Bagaimana kita berfikir dan bertindak menyikapi hal yang demikian? Tentunya kita tidak tinggal diam, kita harus memulai dari diri kita sendiri, kita harus member contoh kepada khalayak untuk merayakan tahun baru dengan baik dan benar. Karena ketika kita berkoar, aka nada segelintir orang yang dengan sinis menyindir kita yang bersikap idealis dengan berkoarnya kita tanpa ada bukti kongkrit. Tunjukan kepada khalayak bahwa kita memang patut untuk dicontoh, karena dampak dari kesalahan paradigm memiliki dampak yang negative, maka ubahlah paradigm yang keiru tentang pemaknaan tahun baru dimulai dari tahun ini.
30 Desember 2009
22 Desember 2009
Ajakan untuk para calon insinyur Di Indonesia
Tulisan ini saya buat khusus untuk teman-teman saya calon insinyur semua
Tokyo adalah kota yang tidak asing di telinga kita semua, Ibukota negeri industri ini adalah kota yang cukup besar, namun dengan kebesaran kota tersebut, bukan berarti kota tersebut memiliki tingkat polusi dan kecemaran lingkungan yang tinggi, kota tersebut adalah kota yang sangat hebat dan memiliki tingkat polusi yang lebih rendah dibandingkan 10 tahun sebelumnya
Teman-teman, tahukan apa alasanya? karena sebagian besar sudah menggunakan Teknologi Hybrid, teknologi yang ramah lingkungan, khususnya dalam bidang Transportasi, Transportasi merupakan sumber utama polusi di negeri ini, konsumsi BBM sangatlah tinggi, dan di negeri ini belum memanfaatkan teknologi Hybrid
teman-teman calon insinyur semua, tentunya kita adalah orang yang sangat cinta kepada bangsa ini, dan memiliki visi untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik lagi.
maka, kesimpulanya adalah, untuk masalah Transportasi, hendaknya kita sebagai insinyur masa depan harus menguasai Teknologi hybrid, agar bisa mengurangi kadar polusi di udara,
Teknik Mesin, Teknik Kimia, teknik elektro, dan Teknik-teknik lainya adalah suatu disiplin ilmu yang bisa merubah masa depan bangsa indonesia menjadi lebih baik lagi
Tokyo adalah kota yang tidak asing di telinga kita semua, Ibukota negeri industri ini adalah kota yang cukup besar, namun dengan kebesaran kota tersebut, bukan berarti kota tersebut memiliki tingkat polusi dan kecemaran lingkungan yang tinggi, kota tersebut adalah kota yang sangat hebat dan memiliki tingkat polusi yang lebih rendah dibandingkan 10 tahun sebelumnya
Teman-teman, tahukan apa alasanya? karena sebagian besar sudah menggunakan Teknologi Hybrid, teknologi yang ramah lingkungan, khususnya dalam bidang Transportasi, Transportasi merupakan sumber utama polusi di negeri ini, konsumsi BBM sangatlah tinggi, dan di negeri ini belum memanfaatkan teknologi Hybrid
teman-teman calon insinyur semua, tentunya kita adalah orang yang sangat cinta kepada bangsa ini, dan memiliki visi untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik lagi.
maka, kesimpulanya adalah, untuk masalah Transportasi, hendaknya kita sebagai insinyur masa depan harus menguasai Teknologi hybrid, agar bisa mengurangi kadar polusi di udara,
Teknik Mesin, Teknik Kimia, teknik elektro, dan Teknik-teknik lainya adalah suatu disiplin ilmu yang bisa merubah masa depan bangsa indonesia menjadi lebih baik lagi
Institut teknologi atukah Institut Doa
Indonesia adalah suatu Negara yang sangat hebat dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang secara kuantitas sangatlah banyak. Namun, ada hal yang miris terjadi disini, hal yang miris itu adalah suatu keadaan dimana Indonesia adalah Negara pengimpor barang barang elektronik yang dibutuhkan di era modern sekarang. Alat alat transportasi dan alat alat komunikasi yang merupakan barang barang lumrah di Indonesia, hampir semuanya produksi luar negeri. Lantas, bagaimanakah peran dari institut yang merupakan suatu perguruan tinggi penghasil insinyur ? apakah institute tidak mewajibkan mahasiswanya menjadi orang yang aplikatif? Ataukah hanya mewajibkan untuk menguasai teori yang merupakan doa-doa yang tidak akan berguna jika tidak dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Indonesia merupakan Negara yang memiliki institut yang sangat banyak, naik negeri maupun swasta, kemampuan dosen pun tidak diragukan lagi. Apakah yang menyebabkan keterpurukan bangsa Indonesia, sehingga membuat sepeda motor pun tidak bisa? Apakah doa-doa yang diajarkan di kelas tidak manjur? Ataukah doa doa tersebut hanya digunakan untuk mengerjakan ujian saja yang merupakan suatu formalitas bagi mahasiswa untuk meraih IP (indeks prestasi) yang memuaskan, sehingga bisa dikatakan sebagai mahasiswa berprestasi.
Jawaban dari semua ini dapat dijawab dengan jawaban yang berbeda beda, ada yang mendukung ada juga yang tidak mendukung, tergantung bagaimana pandangan dan mindset kita dalam menerima semua ini. Tetapi ada hal yang sangat penting yang sebenarnya adalah factor utama penyebab semua ini, yaitu masalah niat dan keinginan, bukan kemampuan. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia pada umumnya bersifat egois, ingin mementingkan dirinya sendiri, sehingga untuk mengadakan suatu penelitian atau bahkan pengaplikasian ilmu yang bersifat belum pasti dan belum tentu menguntungkan, para ilmuwan dan praktisi, serta insinyur pun malas untuk melakukanya, mereka lebih memilih untuk bekerja dan menyelesaikan suatu pekerjaan atau proyek yang menguntungkan bagi dirinya atau kelompoknya, sehingga perlu adanya suatu regenerasi paradigma yang merupakan penyebab bagi tidak terlaksananya kemajuan Teknologi Indonesia.
Bukanlah hal yang mudah untuk merealisasikan ini semua, Indonesia adalah Negara dengan jumlah masyarakat sekitar 220 juta jjiwa, dan mereka pada umumnya kurang mempercayai produk dalam negeri, sehingga perlu adanya effort yang sangat besar untuk mewujudkan itu semua. Semua hal ini perlu dijadikan suatu bahan renungn agar bisa diantisipasi kemungkinan yang ada dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hedonisme masyarkat pun perlu kita perhatikan, mereka lebih cenderung untuk membuang-buang uangnya untuk melakukan sautu perbuatan konsumsi, tidak digunakan untuk melakukan suatu proses produksi yang kelak bisa dimanfaatkan hasil produknya. Tetapi, semua ini bisa berubah, asalkan kita mampu merubah diri kita terlebih dahulu, maka kita akan dapat merubah keadaan bangsa ini.
By : Nur Muhammad Malikul Adil
inspired by : DR .Taufiq Rochim
Indonesia merupakan Negara yang memiliki institut yang sangat banyak, naik negeri maupun swasta, kemampuan dosen pun tidak diragukan lagi. Apakah yang menyebabkan keterpurukan bangsa Indonesia, sehingga membuat sepeda motor pun tidak bisa? Apakah doa-doa yang diajarkan di kelas tidak manjur? Ataukah doa doa tersebut hanya digunakan untuk mengerjakan ujian saja yang merupakan suatu formalitas bagi mahasiswa untuk meraih IP (indeks prestasi) yang memuaskan, sehingga bisa dikatakan sebagai mahasiswa berprestasi.
Jawaban dari semua ini dapat dijawab dengan jawaban yang berbeda beda, ada yang mendukung ada juga yang tidak mendukung, tergantung bagaimana pandangan dan mindset kita dalam menerima semua ini. Tetapi ada hal yang sangat penting yang sebenarnya adalah factor utama penyebab semua ini, yaitu masalah niat dan keinginan, bukan kemampuan. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia pada umumnya bersifat egois, ingin mementingkan dirinya sendiri, sehingga untuk mengadakan suatu penelitian atau bahkan pengaplikasian ilmu yang bersifat belum pasti dan belum tentu menguntungkan, para ilmuwan dan praktisi, serta insinyur pun malas untuk melakukanya, mereka lebih memilih untuk bekerja dan menyelesaikan suatu pekerjaan atau proyek yang menguntungkan bagi dirinya atau kelompoknya, sehingga perlu adanya suatu regenerasi paradigma yang merupakan penyebab bagi tidak terlaksananya kemajuan Teknologi Indonesia.
Bukanlah hal yang mudah untuk merealisasikan ini semua, Indonesia adalah Negara dengan jumlah masyarakat sekitar 220 juta jjiwa, dan mereka pada umumnya kurang mempercayai produk dalam negeri, sehingga perlu adanya effort yang sangat besar untuk mewujudkan itu semua. Semua hal ini perlu dijadikan suatu bahan renungn agar bisa diantisipasi kemungkinan yang ada dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hedonisme masyarkat pun perlu kita perhatikan, mereka lebih cenderung untuk membuang-buang uangnya untuk melakukan sautu perbuatan konsumsi, tidak digunakan untuk melakukan suatu proses produksi yang kelak bisa dimanfaatkan hasil produknya. Tetapi, semua ini bisa berubah, asalkan kita mampu merubah diri kita terlebih dahulu, maka kita akan dapat merubah keadaan bangsa ini.
By : Nur Muhammad Malikul Adil
inspired by : DR .Taufiq Rochim
30 Juni 2009
Kesedihan Yang dialami bangsa Indonesia
Suatu hari, saya sedang kuliah mata kuliah Machine Design atau di ITB lebih terkenal dengan nama Elemen Mesin , pada hari itu, dosen saya DR. Ir. Bagus Budiwantoro memberikan suatu tontonan bagi kita , yaitu tentang tontonan Mesin pencetak Minyak Goreng , disitu aku sangat kagum dengan cara kerja Mesin Itu, tetapi ada 1 hal yang membanggakan sekaligus miris bagi kita.
Setelah tontonan itu selesai, aku sangat bangga ketika dosen saya berkata bahwa Mesin itu adalah Buatan Indonesia yang dibuat di Kota Sidoarjo Jatim oleh para alumni ITS , itu memang membanggakan bagi kita, tetapi alangkah MIRIS nya , ketika saya mendengar bahwa alat iru dibeli dari Korea
Lalu, saya bertanya kepada dosen saya :
"pak, mengapa alat itu dibeli di Korea
beliau menjawab itu hanya untuk membeli lisensi saja dari Korea
Oh betapa tragisnya cerita ini, Alat -alat berat seperti Mesin-mesin yang sangat hebat ternyata buatan Indonesia, tetapi karena hilangnya Kepercayaan di antara elemen Bangsa ini, sehingga dari Sidoarjo ke Jakarta saja, harus lewat Korea dulu, dikirim ke Korea hanya untuk melabelkan Nama Korea saja di Mesin itu
Sungguh sangat Tragis, kita menjual dengan harga sekian ke Korea, Korea kembali menjual ke Indonesia dengan harga yang memang jauh lebih mahal, bisa mencapai 3 sampai 4 kali lipat dari harga biasa
sungguh hal yang sangat tragis
Inilah contoh kecil dari Kesedihan Yang dialami Bangsa Indonesia.
Saya sebagai Mahasiswa Teknik Mesin sangat sedih mendengar hal ini, saya berharap bahwa semua ini tidak akan terjadi di dunia Indonesia ke depanya, amin
dan setiap individu adalah individu yang penting yang kehadiranya akan mempengaruhi bangsa indonesia, baik secara langsung ataupun tidak langsung, sehingga sebagai individu yang merupakan elemen terkecil dari suatu bangsa harus memiliki suatu kontribusi kaena Sukses Bangsa adalah akumulasi dari sukses individu
sehingga jika semua individu sukses, maka bangsa pun akan sukses
sehingga, dibutuhkan suatu kontribusi dari setiap manusia agar Indonesia mampu menjadi Negeri yang mencapai prestasi gemilang
Setelah tontonan itu selesai, aku sangat bangga ketika dosen saya berkata bahwa Mesin itu adalah Buatan Indonesia yang dibuat di Kota Sidoarjo Jatim oleh para alumni ITS , itu memang membanggakan bagi kita, tetapi alangkah MIRIS nya , ketika saya mendengar bahwa alat iru dibeli dari Korea
Lalu, saya bertanya kepada dosen saya :
"pak, mengapa alat itu dibeli di Korea
beliau menjawab itu hanya untuk membeli lisensi saja dari Korea
Oh betapa tragisnya cerita ini, Alat -alat berat seperti Mesin-mesin yang sangat hebat ternyata buatan Indonesia, tetapi karena hilangnya Kepercayaan di antara elemen Bangsa ini, sehingga dari Sidoarjo ke Jakarta saja, harus lewat Korea dulu, dikirim ke Korea hanya untuk melabelkan Nama Korea saja di Mesin itu
Sungguh sangat Tragis, kita menjual dengan harga sekian ke Korea, Korea kembali menjual ke Indonesia dengan harga yang memang jauh lebih mahal, bisa mencapai 3 sampai 4 kali lipat dari harga biasa
sungguh hal yang sangat tragis
Inilah contoh kecil dari Kesedihan Yang dialami Bangsa Indonesia.
Saya sebagai Mahasiswa Teknik Mesin sangat sedih mendengar hal ini, saya berharap bahwa semua ini tidak akan terjadi di dunia Indonesia ke depanya, amin
dan setiap individu adalah individu yang penting yang kehadiranya akan mempengaruhi bangsa indonesia, baik secara langsung ataupun tidak langsung, sehingga sebagai individu yang merupakan elemen terkecil dari suatu bangsa harus memiliki suatu kontribusi kaena Sukses Bangsa adalah akumulasi dari sukses individu
sehingga jika semua individu sukses, maka bangsa pun akan sukses
sehingga, dibutuhkan suatu kontribusi dari setiap manusia agar Indonesia mampu menjadi Negeri yang mencapai prestasi gemilang
25 Maret 2009
AKU Untuk Indonesiaku
Puluhan Tahun sudah Teriakan Bung Karno berkumandang di seantero negeri Indonesia. Bulan ketika Hiroshima dan Nagasaki di bom atom oleh Sekutu. Bulan yang penuh kenangan bagi bangsa Indonesia. 17 Agustus 1945 itulah hari dimana Bangsa Indonesia telah terbebas dari belenggu penjajahan fisik oleh bangsa asing. Kita pun bersyukur karena bangsa Indonesia ini telah menjadi bangsa yang tidak ditekan lagi. Bangsa yang selalu ingin berbuat lebih untuk negerinya. Lalu setelah puluhan tahun suara Bung Karno berkumandang, apakah kita masih tetap seperti dulu? Apakah kita akan terus menjadi bangsa yang terus dijajah?
Jawabanya ada pada diri kita masing-masing. Apa yang ingin kita berikan bagi bangsa ini untuk mempertahankan kemerdekaan kita. Apakah kita hanya ingin diam terpaku menonton kekejaman bangsa asing yang secara tidak langsung menjajah kita? tentu sebagai mahasiswa kita hendaknya memberikan sebuah kontribusi yang berarti bagi bangsa ini. Aku Nur Muhammad Malikul Adil ingin berbakti kepada bangsa ini. Aku sadar sebelum memulai hal-hal yang besar, kita harus mengawalinya dengan hal-hal yang kecil. Sebelum aku merubah dunia, aku harus mengubah diriku terlebih dahulu. Dan aku pun tidak boleh menunda untuk melakukanya, hal ini aku dasarkan kepada sebuah seboyan 3M. Mulai dari hal-hal yang kecil, mulai dari sekarang, dan mulai dari diri sendiri.
Aku pun mulai bergerak untuk mewujudkan impianku bisa menjadi orang yang berguna bagi negeri ini. Aku pun mulai bergerak untuk berkontribusi pada hal-hal yang kecil. Aku mulai dari lingkunganku. Ketika masih di kost, aku sering menggantikan seorang ustadz untuk mengajar ngaji anak-anak kecil yang ingin mengaji. Aku sadar, aku sebagai pemuda harus menjadi seorang penggerak bagi bangsa ini, aku pun memulainya dengan sebuah hal kecil, yaitu membina para anak-anak kecil, karena aku yakin dengan membina anak-anak kecil, maka secara tidak langsung kita telah menaruh bibit unggul ke dalam benak mereka sehingga mereka kelak akan mampu menjadi generasi penerus bangsa yang hebat.
Lalu akau pun mulai menjamah dunia kampus, aku mulai untuk menjadikan diriku insan yang siap berbakti kepada negeri ini. Aku Bergabung dengan Rumah Belajar ITB untuk bisa membentuk tunas-tunas bangsa. Sekarang aku tinggl di lingkungan yang cukup baik yaitu di asrama PPSDMS Nurul Fikri. School of Nation Future leaders, iulah julukan untuk PPSDMS (Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis). Salah satu program yang aku ikuti. Program penempaa diriku untuk bisa menjadi seorang pemimpin massa depan.
Di asrama PPSDMS, aku sebagai peserta dibina untuk menjadi seorang pemimpin yang kelak akan mampu menggapai tujuan bangsa ini. Yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Inidonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Itulah tujuan-tujuan Bangsa Indonesia yang harus dicapai oleh generasi penerus bangsa Indonesia. Tentunya tujuan ini tidak mudah untuk diraih, tujuan ini pastiny menuntut banyak kompetensi bagi kita. Lalu, kompetensi apa yang dibutuhkan oleh para mahasiswa untuk bisa meraih visi bangsa Indonesia?
Pada dasarnya, mahasiswa harus memiliki 3 Kompetensi utama yang sangat sakral keberadaanya bagi bangsa Indonesia. Kompetensi itu adalah kompetensi Ilmu, Kompetensi Kewirausahaan, dan kompetensi Kepribadian. Jika semua mahasiswa mampu memiliki 3 Kompetensi tersebut, maka dengan mudah sekali visi bangsa Indonesia itu akan tercapai. Lalu deskripsi apakah yang mampu menggambarkan ketiga kompetensi tersebut?
Kompetensi keilmuan adalah kompetensi yang wajib dimiliki setiap mahasiswa untuk menjadikan Insan yang mumpuni secara kognitif, artinya dia harus menguasai disiplin ilmu yang sedang digelutinya. Jika disiplin ilmu ini mereka sudah menguasai, maka dengan mudah mereka mampu menjadikan bangsa Indonesia ini bangsa yang lebih baik dan bermartabat dengan disiplin ilmu yang dia miliki. Tapi selain disiplin ilmu, mahasiswa pun harus mampu menjadi orang yang memiliki kemampuan wirausaha, artinya harus mampu membuat lapangan kerja sendiri. Karena zaman sekarang, lapangan pekerjaan tentunya semakin sulit untuk diraih karena keadaan krisis global yang menjangkit dunia. Juga karena lapangan pekerjaan semakin tidak proporsional kuantitasnya dengan jumlah angkatan kerja. Jika kita berfikir bagaimana untuk mencari kerja, maka sangat sulit untuk mendapatkanya di zaman sekarang, maka dari itu, setiap mahasiswa dituntut untuk memiliki kompetensi wirausaha.
Tapi kedua kompetensi itu tidak akan lengkap jika kita tidak memiliki 1 kompetensi lagi yang sangat penting, yaitu kompetensi kepribadian. Kompetensi kepribadian disini adalah kualitas individu mahasiswa yang harus memiliki kepribadian yang baik, mengapa? Jawabanya adalah karena kita adalah manusia, sifat dasar manusia adalah egois, kita selalu ingin memenuhi kebutuhan kita terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan rakyat, maka dari itu, kompetensi kepribadian bagi mahasiswa harus dimiliki agar mampu menjadi insan yang kelak akan memberikan kontribusi. Bukan menjadi manusia egois yang serakah dengan dirinya yang akn melakukan tindakan korupsi, kolusi, dan Nepotisme yang sangat menyengsarakan rakyat. Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat korupsi paling tinggi di duia. Lalu apakah para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa ingin elakukan hal yang serupa? Tentunya mahasiswa yang memiliki idealisme tidak akan melakukan itu.
Nah, tentunya semua itu tidak akan terlaksana jika kita tidak segera melakukan eksekusi terhadap sebuah gagasan yang telah kita rencanakan. Ada pepatah mengatakan bahwa taburlah gagasa, tuailah erbuatan, taburlah perbuatan, tuailah kebiasaa, taburlah kebiasaan, tuailah karakter, taburlah karakter, tuailah nasib. Berdasarkan pepatah tersebut, maka kita harus segera mengimplementasikan gagasan kita semua mrnjadi sebuah perbuatan. Perbuatan apakah yang harus kita lakukan untuk meraih impian bangsa Indonesia? Tentunya perbuatan yang kecil terlebih dahulu sebelum beranjak ke perbuatan yang besar. Perbuatan kecil yang kita lakukan adalah merubah daerah kita sendiri. Kita semua berasal dari daerah yang berbeda-beda, artinya kita bisa menyukseskan bangsa Indonesia dengan cara menyukseskan daerah kita terlebih dahulu. Karena Marwah Daud Ibrahim pernah berkata bahwa sukses bangsa adalah akumulasi dari sukses individu. Jika kita analogikan sukses individu dengan sukses daerah, maka jika semua daerah di Indonesia sukses semua, maka Indonesia akn sukses.
Langkah kongkret yang harus kita lakukan adalah melatih para kader SMA untuk menjadi insane yang baik, kita bisa memulai dengan melatih para siswa SMA almamater kita, kemudian kita bisa merambah ke SMA-SMA lain di daerah kita, dengan hal tersebut, tunas penerus bangsa akan memiliki wawasan yang lebih luas, sehingga ketika mereka kelak menjadi mahasiswa, hal-hal seperti gerakan mahasiswa bukanlah hal yang aneh lagi, karena mereka sudah mendapat wawasanya dari paa senior mereka.
Janganlah dian, ayo kita bergerak untuk mewujudkan visi bangsa Indonesia.
Nur Muhammad Malikul Adil
Jawabanya ada pada diri kita masing-masing. Apa yang ingin kita berikan bagi bangsa ini untuk mempertahankan kemerdekaan kita. Apakah kita hanya ingin diam terpaku menonton kekejaman bangsa asing yang secara tidak langsung menjajah kita? tentu sebagai mahasiswa kita hendaknya memberikan sebuah kontribusi yang berarti bagi bangsa ini. Aku Nur Muhammad Malikul Adil ingin berbakti kepada bangsa ini. Aku sadar sebelum memulai hal-hal yang besar, kita harus mengawalinya dengan hal-hal yang kecil. Sebelum aku merubah dunia, aku harus mengubah diriku terlebih dahulu. Dan aku pun tidak boleh menunda untuk melakukanya, hal ini aku dasarkan kepada sebuah seboyan 3M. Mulai dari hal-hal yang kecil, mulai dari sekarang, dan mulai dari diri sendiri.
Aku pun mulai bergerak untuk mewujudkan impianku bisa menjadi orang yang berguna bagi negeri ini. Aku pun mulai bergerak untuk berkontribusi pada hal-hal yang kecil. Aku mulai dari lingkunganku. Ketika masih di kost, aku sering menggantikan seorang ustadz untuk mengajar ngaji anak-anak kecil yang ingin mengaji. Aku sadar, aku sebagai pemuda harus menjadi seorang penggerak bagi bangsa ini, aku pun memulainya dengan sebuah hal kecil, yaitu membina para anak-anak kecil, karena aku yakin dengan membina anak-anak kecil, maka secara tidak langsung kita telah menaruh bibit unggul ke dalam benak mereka sehingga mereka kelak akan mampu menjadi generasi penerus bangsa yang hebat.
Lalu akau pun mulai menjamah dunia kampus, aku mulai untuk menjadikan diriku insan yang siap berbakti kepada negeri ini. Aku Bergabung dengan Rumah Belajar ITB untuk bisa membentuk tunas-tunas bangsa. Sekarang aku tinggl di lingkungan yang cukup baik yaitu di asrama PPSDMS Nurul Fikri. School of Nation Future leaders, iulah julukan untuk PPSDMS (Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis). Salah satu program yang aku ikuti. Program penempaa diriku untuk bisa menjadi seorang pemimpin massa depan.
Di asrama PPSDMS, aku sebagai peserta dibina untuk menjadi seorang pemimpin yang kelak akan mampu menggapai tujuan bangsa ini. Yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Inidonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Itulah tujuan-tujuan Bangsa Indonesia yang harus dicapai oleh generasi penerus bangsa Indonesia. Tentunya tujuan ini tidak mudah untuk diraih, tujuan ini pastiny menuntut banyak kompetensi bagi kita. Lalu, kompetensi apa yang dibutuhkan oleh para mahasiswa untuk bisa meraih visi bangsa Indonesia?
Pada dasarnya, mahasiswa harus memiliki 3 Kompetensi utama yang sangat sakral keberadaanya bagi bangsa Indonesia. Kompetensi itu adalah kompetensi Ilmu, Kompetensi Kewirausahaan, dan kompetensi Kepribadian. Jika semua mahasiswa mampu memiliki 3 Kompetensi tersebut, maka dengan mudah sekali visi bangsa Indonesia itu akan tercapai. Lalu deskripsi apakah yang mampu menggambarkan ketiga kompetensi tersebut?
Kompetensi keilmuan adalah kompetensi yang wajib dimiliki setiap mahasiswa untuk menjadikan Insan yang mumpuni secara kognitif, artinya dia harus menguasai disiplin ilmu yang sedang digelutinya. Jika disiplin ilmu ini mereka sudah menguasai, maka dengan mudah mereka mampu menjadikan bangsa Indonesia ini bangsa yang lebih baik dan bermartabat dengan disiplin ilmu yang dia miliki. Tapi selain disiplin ilmu, mahasiswa pun harus mampu menjadi orang yang memiliki kemampuan wirausaha, artinya harus mampu membuat lapangan kerja sendiri. Karena zaman sekarang, lapangan pekerjaan tentunya semakin sulit untuk diraih karena keadaan krisis global yang menjangkit dunia. Juga karena lapangan pekerjaan semakin tidak proporsional kuantitasnya dengan jumlah angkatan kerja. Jika kita berfikir bagaimana untuk mencari kerja, maka sangat sulit untuk mendapatkanya di zaman sekarang, maka dari itu, setiap mahasiswa dituntut untuk memiliki kompetensi wirausaha.
Tapi kedua kompetensi itu tidak akan lengkap jika kita tidak memiliki 1 kompetensi lagi yang sangat penting, yaitu kompetensi kepribadian. Kompetensi kepribadian disini adalah kualitas individu mahasiswa yang harus memiliki kepribadian yang baik, mengapa? Jawabanya adalah karena kita adalah manusia, sifat dasar manusia adalah egois, kita selalu ingin memenuhi kebutuhan kita terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan rakyat, maka dari itu, kompetensi kepribadian bagi mahasiswa harus dimiliki agar mampu menjadi insan yang kelak akan memberikan kontribusi. Bukan menjadi manusia egois yang serakah dengan dirinya yang akn melakukan tindakan korupsi, kolusi, dan Nepotisme yang sangat menyengsarakan rakyat. Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat korupsi paling tinggi di duia. Lalu apakah para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa ingin elakukan hal yang serupa? Tentunya mahasiswa yang memiliki idealisme tidak akan melakukan itu.
Nah, tentunya semua itu tidak akan terlaksana jika kita tidak segera melakukan eksekusi terhadap sebuah gagasan yang telah kita rencanakan. Ada pepatah mengatakan bahwa taburlah gagasa, tuailah erbuatan, taburlah perbuatan, tuailah kebiasaa, taburlah kebiasaan, tuailah karakter, taburlah karakter, tuailah nasib. Berdasarkan pepatah tersebut, maka kita harus segera mengimplementasikan gagasan kita semua mrnjadi sebuah perbuatan. Perbuatan apakah yang harus kita lakukan untuk meraih impian bangsa Indonesia? Tentunya perbuatan yang kecil terlebih dahulu sebelum beranjak ke perbuatan yang besar. Perbuatan kecil yang kita lakukan adalah merubah daerah kita sendiri. Kita semua berasal dari daerah yang berbeda-beda, artinya kita bisa menyukseskan bangsa Indonesia dengan cara menyukseskan daerah kita terlebih dahulu. Karena Marwah Daud Ibrahim pernah berkata bahwa sukses bangsa adalah akumulasi dari sukses individu. Jika kita analogikan sukses individu dengan sukses daerah, maka jika semua daerah di Indonesia sukses semua, maka Indonesia akn sukses.
Langkah kongkret yang harus kita lakukan adalah melatih para kader SMA untuk menjadi insane yang baik, kita bisa memulai dengan melatih para siswa SMA almamater kita, kemudian kita bisa merambah ke SMA-SMA lain di daerah kita, dengan hal tersebut, tunas penerus bangsa akan memiliki wawasan yang lebih luas, sehingga ketika mereka kelak menjadi mahasiswa, hal-hal seperti gerakan mahasiswa bukanlah hal yang aneh lagi, karena mereka sudah mendapat wawasanya dari paa senior mereka.
Janganlah dian, ayo kita bergerak untuk mewujudkan visi bangsa Indonesia.
Nur Muhammad Malikul Adil
15 Februari 2009
AKU Bersama Kotaku
Syair Lagu yang ketika kecil dulu sering saya dengar kini tinggallah kenangan, lagu yang sangat mencirikan Kota kebangganku, Cirebon.
Kota Cirebon , Kota kang ning pinggir laut
Tapel Wates, Jawa Tengah Jawa Barat
Mumpung urip, sedurunge teka mati
Agama Islam , wajib dianuti
Kota Cirebon, kumpulane Para Wali
Kang wis pada, sumerep ning Gunung Jati
Mumpung urip, sedurunge teka mati, Agama Islam , wajib kita anuti
Itulah syair yang sangat jarang di dengar dewasa ini di Kota Kebanggaanku, Cirebon. Apakah yang terjadi di Kota kebanggaanku ini? Apakah kebudayaan barat menghapuskan semua kebudayaan Cirebon? Entahlah, karena aku hanyalah seorang pemuda asal Cirebon yang jarang menginjakkan kaki disana, tetapi saya berjanji bahwa aku akan tetap berkontribusi untuk Kotaku, aku akan memberikan apa yang aku bisa untuk Kotaku Tercinta. Cirebon, bangkitlah Cirebon, aku disini siap menjadi pendobrak untuk Kotaku tercinta, tunggulah kontribusiku.
Ciirebon, kemanakah jatidirimu? Aku sangat merindukan Cirebon yang aman, yang selalu memberikan kesejukan bagi diriku. Sekarang, entahlah apa yang terjadi, banyak sekali pelanggaran moral yang terjadi di Kota ini, Kota yang sangat memberikan arti bagi kesuksesanku, kota dimana sang pemimpin Dunia dilahirkan, Kota dimana sang pemimpin dunia menginjakkan kaki untuk pertama kali di muka bumi ini, kota dimana sang pemimpin dunia selalu berdoa untuknya, kota dimana ALLAH menakdirkan sang pemimpin dunia mengenyam bangku pendidikan disana, kota dimana selalu terjadi keajaiban, kota yang selalu tidak pernah kekurangan sumber daya alam, kota yang menjadi saksi para wali dalam musyawarah, kota dimana Sultan Agung Hanyokrokusumo berlindung dari seranga Belanda. Sungguh sangat bersejarah kota kebanggaanku ini.
Wahai Kotaku, saksikanlah aku, aku Nur Muhammad Malikul Adil, sang Pemimpin Dunia, kelak kau akan tersenyum melihat kehebatanku berkiprah di dunia kepemimpinan, mungkin sekarang aku belum memiliki kapabilitas yang cukup untuk menjadi seorang pemimpin dunia, tapi aku bersumpah, bahwa aku akan tetap menjadi seorang pembelajar sejati agar cita-citaku menjadi seorang pemimpin dunia bisa tercapai. Banyak yang melecehkan kemampuanku, tapi aku akan membuktikan kepada mereka bahwa akulah yang kelak akan merubah dunia, akulah generasi keempat kepemimpinan yang disabdakan Rasulullah SAW. Akulah pengubah dunia, Aku akan tunjukkan kepada semua orang bahwa aku Bisa,
Aku Nur Muhammad malikul Adil, sang pemimpin dunia. Aku bersyukur sekali dilahirkan di keluarga yang sangat memiliki tingkat religious yang tinggi, aku akan berbakti untuk Nusa, Bangsa, dan Agamaku, Islam. Terima kasih kepada Bapak, Mamah, kedua adikku tercinta, Robi’ah Al Adawiyah dan Rifa’ah Al Mahmudah. Kepada Almarhum Kakekku, kepad nenekku yang selalu mendoakanku menjadi orang yang bener dan pinter. Semua guru-guruku yang mengajarkanku banyak ilmu, kepada Bang Aji sebagai pelatih bagiku untuk menjadi seorang Pemimpin Dunia.
Kota Cirebon , Kota kang ning pinggir laut
Tapel Wates, Jawa Tengah Jawa Barat
Mumpung urip, sedurunge teka mati
Agama Islam , wajib dianuti
Kota Cirebon, kumpulane Para Wali
Kang wis pada, sumerep ning Gunung Jati
Mumpung urip, sedurunge teka mati, Agama Islam , wajib kita anuti
Itulah syair yang sangat jarang di dengar dewasa ini di Kota Kebanggaanku, Cirebon. Apakah yang terjadi di Kota kebanggaanku ini? Apakah kebudayaan barat menghapuskan semua kebudayaan Cirebon? Entahlah, karena aku hanyalah seorang pemuda asal Cirebon yang jarang menginjakkan kaki disana, tetapi saya berjanji bahwa aku akan tetap berkontribusi untuk Kotaku, aku akan memberikan apa yang aku bisa untuk Kotaku Tercinta. Cirebon, bangkitlah Cirebon, aku disini siap menjadi pendobrak untuk Kotaku tercinta, tunggulah kontribusiku.
Ciirebon, kemanakah jatidirimu? Aku sangat merindukan Cirebon yang aman, yang selalu memberikan kesejukan bagi diriku. Sekarang, entahlah apa yang terjadi, banyak sekali pelanggaran moral yang terjadi di Kota ini, Kota yang sangat memberikan arti bagi kesuksesanku, kota dimana sang pemimpin Dunia dilahirkan, Kota dimana sang pemimpin dunia menginjakkan kaki untuk pertama kali di muka bumi ini, kota dimana sang pemimpin dunia selalu berdoa untuknya, kota dimana ALLAH menakdirkan sang pemimpin dunia mengenyam bangku pendidikan disana, kota dimana selalu terjadi keajaiban, kota yang selalu tidak pernah kekurangan sumber daya alam, kota yang menjadi saksi para wali dalam musyawarah, kota dimana Sultan Agung Hanyokrokusumo berlindung dari seranga Belanda. Sungguh sangat bersejarah kota kebanggaanku ini.
Wahai Kotaku, saksikanlah aku, aku Nur Muhammad Malikul Adil, sang Pemimpin Dunia, kelak kau akan tersenyum melihat kehebatanku berkiprah di dunia kepemimpinan, mungkin sekarang aku belum memiliki kapabilitas yang cukup untuk menjadi seorang pemimpin dunia, tapi aku bersumpah, bahwa aku akan tetap menjadi seorang pembelajar sejati agar cita-citaku menjadi seorang pemimpin dunia bisa tercapai. Banyak yang melecehkan kemampuanku, tapi aku akan membuktikan kepada mereka bahwa akulah yang kelak akan merubah dunia, akulah generasi keempat kepemimpinan yang disabdakan Rasulullah SAW. Akulah pengubah dunia, Aku akan tunjukkan kepada semua orang bahwa aku Bisa,
Aku Nur Muhammad malikul Adil, sang pemimpin dunia. Aku bersyukur sekali dilahirkan di keluarga yang sangat memiliki tingkat religious yang tinggi, aku akan berbakti untuk Nusa, Bangsa, dan Agamaku, Islam. Terima kasih kepada Bapak, Mamah, kedua adikku tercinta, Robi’ah Al Adawiyah dan Rifa’ah Al Mahmudah. Kepada Almarhum Kakekku, kepad nenekku yang selalu mendoakanku menjadi orang yang bener dan pinter. Semua guru-guruku yang mengajarkanku banyak ilmu, kepada Bang Aji sebagai pelatih bagiku untuk menjadi seorang Pemimpin Dunia.
25 Januari 2009
Sang Pemimpi
Dalam kesempatan ini, saya akan membuat sebuah Resume tentang sebuah buku yang ditulis oleh seorang penulis terkenal, yaitu Andrea Hirata. Sang pemimpi, itulah kata-kata yang pantas dijuluki kepada Ikal, Arai, dan jimbron, 3 Geng tengik yang memiliki impian yang tinggi yang tidak pernah berfikir untuk mendahului nasib. Nasib seorang siapa yang tahu, janganlah kita berfikir bahwa kita tidak bisa, itulah yang selalu dikatakan oleh Arai, sang pemimpi yang tidak pernah berhenti untuk mencintai seorang gadis kaya yang tinggal di daerah Belitong. 3 sahabat yang selalu bersama sepanjang hari, Arai sang yatim piatu sejak kecil, Ikal sang pecinta Rhoma Irama, dan Jimbron sang pecandu kuda, ketiga sahabat yang selalu merindukan sebuah kesuksesan, kesuksesan yang didapat oleh Jimbron terlaksana di daerah belitong tersebut. Dia seorang maniak kuda, dan dia selalu menjadi seorang pecinta kuda, kemudian datanglah kuda asal Australia yang memang didatangkan oleh warga Belitong asal Tionghoa untuk dijadikan lahan bisnis baru karena PN Timah di daerah Belitong akan segera gulung Tikar. Betapa senangnya Jimbron karena dengan adanya kuda, terpenuhi sudah impian utamanya. Dan setelah lulus SMA, Arai dan Ikal berangkat ke Jakarta, dan Jimbron menikah dengan Laksmi, salah seorang wanita Belitong. Mereka terdampar di Bogor, Ikal kemudian masuk UI, dan Arai berhijrah ke Kalimantan untuk melanjutkan studinya di Universitas Mulawarman. Akhirnya setelah lulus, mereka bersama-sama melanjutkan ke altar suci almamater Sobborne di Paris untuk kuliah S2 disana.
Nah , apa yang bisa kita ambil dari sebuah cerita diatas, IMPIAN, yah itulah kata yang sangat pantas dijadikan sebuah Glosarium dalam alam bawah sadar kita, karena hanya dengan mimpilah kita bisa menggapai nasib kita, ada pepatah mengatakan bahwa, Taburlah gagasan,. Tuailah perbuatan, taburlah perbuatan, tuailah kebiasaa, taburlah kebiasaan, tuailah karakter, taburlah karakter, tuailah nasib. Hal ini mengimplementasikan kepada kita bahwa nasib yang baik berawal dari sebuah gagasan yang baik. Gagasan yang baik merupakan awal dari paradigm yang baik, dan paradigm yang baik menghasikan sebuah impian yang luar biasa, semoga kita termasuk orang yang memiliki impian yang baik, amin.
Nah , apa yang bisa kita ambil dari sebuah cerita diatas, IMPIAN, yah itulah kata yang sangat pantas dijadikan sebuah Glosarium dalam alam bawah sadar kita, karena hanya dengan mimpilah kita bisa menggapai nasib kita, ada pepatah mengatakan bahwa, Taburlah gagasan,. Tuailah perbuatan, taburlah perbuatan, tuailah kebiasaa, taburlah kebiasaan, tuailah karakter, taburlah karakter, tuailah nasib. Hal ini mengimplementasikan kepada kita bahwa nasib yang baik berawal dari sebuah gagasan yang baik. Gagasan yang baik merupakan awal dari paradigm yang baik, dan paradigm yang baik menghasikan sebuah impian yang luar biasa, semoga kita termasuk orang yang memiliki impian yang baik, amin.
Langgan:
Entri (Atom)